Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Teams Games Tournament (TGT) dan Permainan Hompimpa pada Materi Sel

Mia Nurkanti, Iwan Setia Kurniawan, Devi Ayu Mayangsari, Handi Suganda

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan penggunaan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dalam permainan hompimpa. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Quasi Experiment dengan menggunakan rancangan penelitian Pre-Experimental Design dengan desain penelitian Non Equivalent Control Group Design.  Subjek penelitian adalah kelas eksperimen dan kontrol dengan jumlah total sampel sebanyak 65 siswa salah satu sekolah menengah swasta di kota Bandung pada tahun ajaran 2017-2018. Instrumen yang digunakan yaitu berupa data utama untuk mengukur ranah kognitif siswa sebanyak 25 soal pilihan ganda yang disesuaikan dengan indikator pembelajaran sesuai level kognitif siswa. Dari hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata pretest sebesar 43,43 dan rata-rata  posttest sebesar 85,49 pada kelas eksperimen, sedangkan pada kelas kontrol yaitu didapatkan nilai rata-rata pretest sebesar 51,07 dan rata-rata posttest sebesar 57,47. Ranah afektif yaitu penilaian minat siswa tehadap hasil belajar pada Biologi konsep sel. Berdasarkan hasil analisis data penelitian siswa memiliki respon positif terhada pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) yang berimplikasi terhdap peningkatan hasil belajar siswa yang cukup baik.

Keywords


Hasil Belajar, Pembelajaran Kooperatif, Teams Games Tournaments (TGT), Hompimpa, Sel.

Full Text:

Artikel Turnitin

References


Ajaja, O.P. & Eravwoke, O.U. (2010). Effects of Cooperative Learning Strategy on Junior Secondary School Students Achievement in Integrated Science. Electronic Journal of Science Education. 14 (1), hlm. 1-18. [Online]. Diakses dari http://ejse.southwestern.edu/article/view/7 323.

Arikunto, Suharsimi. (2010). Matode Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.

Campbell, N.A., Reece,J.B.,& Mitchell, L.G.(2002). Biologi Campbell Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Depdiknas. (2007): Naskah akademik kajian kurikulum mata pelajaran IPA. Jakarta: Pusat Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional.

Dewi, I. S., & Utami, R. P. (2019). Profile Enhancement Students’ Critical Thinking Skills of 7th Grade Junior High School in Natural Science Learning with Environmental Polution Subject Assisted by PODE worksheet. Science Education and Application Journal, 1(2), 56-61.

Gull, F. & Shehzad, S. (2015). Effects of Cooperative Learning on Students'Academic Achievement. Journal of Education and Learning. 9 (3), hlm. 246-255. [Online]. Dakses dari http://journal.uad.ac.id/index.php/EduLearn/article/view/2071.

Harja, S. I., Bintoro, H. S., & Ulya, H. (2019). Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Melalui Model TGT Berbantuan Media Laci Kartu Soal. Limacon: Journal of Mathematics Education, 1(2), 92-100.

Irnaningttyas. (2017). Kurikulum 2013. Jakarta: Erlangga.

Lord, T.R. (2011). 101 Reasons for Using Cooperative Learning in Biology Teaching. The American Biology Teacher. 63 (1), hlm. 30-38. [Online].Diakses: http://www.nabt.org/websites/intitu tion/File/pdfs/american_biology_te

Khafid, M. A., & Hakim, L. (2019). Optimalisasi Lingkungan Sekitar Sekolah Sebagai Alternatif Laboratorium IPA. Science Education and Application Journal, 1(2), 74-83.

Parendrarti, Restika. (2009). Aplikasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) dalam Meningkatkan motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 2 Surakarta Tahun Ajaran 2008/2009. (Skripsi). Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Saenastiti, (2016). Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) Terhadap Kemampuan Berpikir kritis dan Penguasaan Konsep Sistem Koordinasi. (Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Safitri, R.R. (2012). Pengaruh Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dalam meningkatkan kemampuan konsep dan berpikir kritis siswa pada kosep sistem gerak manusia. (Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Septaria, K. (2019). Developing Character Students Trough Spot Capturing Method in Science Education Learning. Science Education and Application Journal, 1(1), 39-45.

Sugiyono. (2012). Metodelogi Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Suhaera, L. (2011). Pengantar Biostatistika Untuk Pendidikan Biologi.

Bandung: UNPAS.

Toharudin, Uus. (2009). Panduan Penyusunan Bahan Ajar Berorientasi Literasi Sains Untuk Pendidikan Dasar. Bandung: Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

Usman, M., & Dalle, A. (2019, February). Pengembangan model pembelajaran Teams-Games-Tournament (TGT) dalam pembelajaran kosakata Bahasa Jerman (Wortschatz) di SMA Kota Makassar. In Seminar Nasional LP2M UNM (Vol. 1, No. 1).

Widodo, A. (2006). Taksonomi Bloom dan Pengembangan Butir soal. Buletin Puspendik. 3 (2), hlm 18-29. [Online]. Diakses dari: http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._BIOLOGI/196705 271992031-ARI_WIDODO/2006- Taksonomi_Bloom_dan_alat_evalu asi.pdf.




DOI: https://doi.org/10.30736/seaj.v2i1.176

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Hasil gambar untuk EUROPUB

Lisensi Creative Commons

Science Education and Application Journal (SEAJ), p-ISSN : 2656-6672 , e-ISSN: 2656-8365, is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.