Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PPKn Materi Faktor Pendorong Dan Penghambat Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Indonesia Melalui Metode Snowball Throwing Di Kelas XI MIPA 5ٍ Semester Ganjil SMAN I Sukodadi Lamongan Tahun Pelajaran 2019-2020

Ta'alamal Ihsan

Sari


Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PPKn Materi Faktor Pendorong Dan Penghambat Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Indonesia Melalui Metode Snowball Throwing Di Kelas XI MIPA 5ٍ . Salah satu materi yang sangat kompleks membutuhkan sikap cermat, aktif, kritis, dan kreatif agar dapatnya mencapai keberhasilan tujuan pembelajaran adalah pembelajaran PKN, khususnya pada kompetensi dasar Perubahan Dinamika guru dan siswa serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 3 siklus dengan mengambil sample sebanyak 32 anak. Hasil dari pelaksanaan PTK diketahui bahwa, hipotesis yang diajukan dapat diterima, yaitu: melalui Melalui Metode Snowball Throwing mampu meningkatkan siswa aktif dalam pembelajaran PPKN dan mampu meningkatkan hasil belajar Siswa.

Kata Kunci


Pembelajaran PPKN ; Belajar Siswa; Snowball Throwing

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arikunto, Suharsimi. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta. PT. Bumi Aksara.

Arikunto, Suharsini. (2002). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta. PT. Bumi Aksara.

Branson. (1999). (Terjemahan Syaripudin, dkk). Belajar “Civic Education” dari Amerika. Yogyakarta: Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKIS).

Budiyanto. (2007). Pendidikan Kewarganegaraan SMA kelas XI. Jakarta: Erlangga.

Budimansyah. (2008). PPKn dan Masyarakat Multikultural. Bandung: Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah Pasca Sarjana UPI.

Budimansyah dan Udin Winataputra. (2007). Civic Education: Konteks, Landasan, Bahan Ajar dan Kultur Kelas. Bandung: Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan UPI.

Budiningsih, Asri. (2004). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Departemen Pendidikan Nasional. (2006). Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: BSNP.

Djahiri, Achmad Kosasih. (1985). Strategi Pengajaran Afektif Nilai Moral VCT dan Games dalam VCT. Bandung: Jurusan PPKn UPI.

Djahiri, Kosasih (1995/1996). Dasar-dasar Umum Metodologi dan Pengajaran Nilai-Moral. Bandung: Jurusan PMPPKn FPIPS UPI.

Dokumen SMK 45 Lembang Tahun 2010.

Fathurrohman, Pupuh dan Sutikno, Sobry (2007). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Reflika Aditama.

Hamalik, Oemar. (2003). Pendekatan Baru Strategi Belajar Mengajar Berdasarkan CBSA. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Johnson, Elaine B. (2004). CTL: Menjadikan Kegiatan Belajar Mengajar Mengasikkan dan Bermakna. Bandung: MLC Rosda karya.

Komalasari, Kokom. (2010). Pembelajaran Kontekstual. Bandung: PT. Reflika Aditama.

Kartini, Tini. (2010). Penerapan Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaran untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Skripsi Sarjana pada FPIPS UPI Bandung: Tidak diterbitkan.

Kunandar. (2008). Langkah Mudah Penelitian Tindakan KelasSebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Rajawali Pers.

Moleong, Lexy. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nurmayanti, Novi. (2010). Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Numbered Head Together untuk Meningkatkan Partispasi Belajar Siswa Pada Materi Persamaan Kedudukan Warga Negara. Skripsi Sarjana pada FPIPS UPI Bandung: Tidak diterbitkan.

Purwanto, Ngalim. (1993). Ilmu Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya.

Puspaningrum, Ferayanti. (2010). Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing sebagai Alat Evaluasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa dalam Materi Menghargai Persamaan Kedudukan Warga Negara. Skripsi Sarjana pada FPIPS UPI Bandung: Tidak diterbitkan.

Redaksi Fokusmedia. (2003). Undang-undang Republik Indonesia No.20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Bandung: Fokusmedia.

Rahmat, dkk. (2008). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung: Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Pendidikan Indonesia.

Sapriya & Maftuh Bunyamin. (2005). Jurnal Civicus: Implementasi KBK Pendidikan Kewarganegaraan dalam Berbagai Konteks. Bandung: Jurusan PMPPKN FPIPS.

Sapriya dan Udin, S. (2003). Pendidikan Kewarganegaraan: Model Pengembangan Materi dan Pembelajaran. Bandung: Labolatorium PPKn FPIPS UPI.

Somantri, Numan. (2001). Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Sugiyono, (2009). Metode Penelitian Pendidikan: CV. Alfabeta.

Sundawa, Dadang. (2005). Implementasi Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Dalam Pembelajaran PPKn. Jurnal CIVICUS: implementasi KBK pendidikan kewarganegaraan dalam berbagai konteks. 1 (5), 339-345 Bandung: Jurusan PMPPKn FPIPS UPI.

Surya. (2004). Psikologi Pembelajaran dan Pen gajaran. Bandung: Pustaka Bani Quraisy.

Suyatno. (2009). Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Jawa Timur: Masmedia Buana Pustaka.

Syaifullah dan Sri Wuryan. (2008). Ilmu Kewarganegaraan (Civics). Bandung: Laboratorium Kewarganegaraan.

Sudjana. (1983). Metode dan Teknik Kegiatan Belajar Partisipatif. Bndung: Theme Bandung.

Sudjana, Nana. (1989). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung. PT Remaja Rosda Karya.

Sudjana, Nana. (2009). Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung. Sinar Baru Algensindo.

Suraya, Ai Ida. (2006). Penerapan Model Cooperative Learning untuk Meningkatkan Partisipasi Belajar Siswa pada Pembelajaran PPKn. Skripsi Sarjana Pendidikan pada FPIPS UPI Bandung: Tidak diterbitkan.

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.

Usman, Moch. Uzer. (2007). Menjadi guru professional. Bandung. PT. Remaja Rosada Karya.

Wiriaatmadja, Rochiati. (2008). Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

. (2009). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

https://www.kajianpustaka.com/2020/02/model-pembelajaran-snowball-




DOI: https://doi.org/10.30736/rf.v10i2.562

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.