TINGKAT MEMBACA PEMAHAMAN SISWA SMAN 1 BLULUK LAMONGAN

Abdul Kholiq, Dian Luthfiyati

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat membaca pemahaman siswa SMAN 1 Bluluk Lamongan. Fokus penelitian ini terdiri atas tingkat membaca pemahaman (1) literal; (2) inferensial; (3) kritis; (4) kreatif siswa SMAN 1 Bluluk Lamongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one-shot case study. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 siswa. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan tes. Penilaian dalam penelitian ini menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP). Analisis data penelitian dilakukan dengan penghitungan presentase nilai rata-rata siswa dan persentasenya yang menjadi responden dalam penelitian ini. Kemampuan membaca pemahaman literal siswa SMAN 1 Bluluk Lamongan dinyatakan rendah dengan perolehan rata-rata nilai 58,67 dengan patokan nilai 60. Sebesar 90% siswa mampu menjawab pada soal tentang identitas tokoh dalam bacaan, sedangkan semua siswa tidak mampu menjawab soal tentang penghitungan waktu dalam bacaan. Tingkat membaca pemahaman inferensial siswa SMAN 1 Bluluk Lamongan dinyatakan sangat rendah dengan perolehan rata-rata nilai 40. Sebesar 90% siswa mampu menjawab pada soal tentang ide pokok dalam bacaan, sedangkan 3,33% siswa tidak mampu menjawab soal tentang penentuan simpulan dalam bacaan. Tingkat membaca pemahaman kritis siswa SMAN 1 Bluluk Lamongan dinyatakan rendah dengan perolehan rata-rata nilai 50. Sebesar 76,67% siswa mampu menjawab pada soal tentang perbedaan dua hal dalam bacaan, sedangkan 86,67% siswa tidak mampu menjawab soal tentang perbandingan dua aspek dalam bacaan. Tingkat membaca pemahaman kreatif siswa SMAN 1 Bluluk Lamongan dinyatakan sangat rendah dengan perolehan rata-rata nilai 36,67. Sebesar 76,67% siswa mampu menjawab pada soal berkaitan dengan melengkapi kata berimbuhan pada kalimat yang rumpang dalam bacaan, sedangkan 90% siswa tidak mampu menjawab soal tentang topik kelanjutan dan kalimat lanjutan dalam bacaan.

Kata Kunci


Membaca Pemahaman, Membaca Literal, Membaca Inferensial, Membaca Kritis, Kreatif

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Hairuddin, dkk. (2007). Pembelajaran Bahasa Indonesia. Depdiknas: Dirjen Dikti

https://www.republika.co.id/berita/koran/didaktika/14/12/15/ngm3g840-literasi-indonesia-sangat-rendah

Kurniawan, R. (2013). Membaca , Kecepatan Membaca, Pemahaman Bacaan, Kemampuan Membaca Siswa Kelas XII SMA di Surabaya . Jurnal Bahasa Dan Sastra Indonesia, 01, 2.

Laily, I. F. (2014). Hubungan Kemampuan Membaca Pemahaman Dengan Kemampuan Memahami Soal Cerita Matematika Sekolah Dasar . Eduma, 3(1), 52–62.

Nurgiyantoro, Burhan. 2001. Penilaian dalan Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta: BPFE

Supriyono. (2014). Optimalisasi Kemampuan Membaca Pemahaman Melalui Peningkatan Penguasaan Struktur Kalimat. Khazanah Pendidikan, VII(01), 1–17.

Tarigan, Henry Guntur. (2012). Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa

Tarigan, Henry Guntur. (2009). Strategi Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa. Bandung: Angkasa.

Kurniawan, R. (2013). Membaca , Kecepatan Membaca, Pemahaman Bacaan, Kemampuan Membaca Siswa Kelas XII SMA di Surabaya . Jurnal Bahasa Dan Sastra Indonesia, 01, 2.

Laila, N. A. (2009). Pengaruh Pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) terhadap Hasil Belajar Membaca Pemahaman Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SD. Cakrawala Pendidikan, (3), 238–248.

Laily, I. F. (2014). Hubungan Kemampuan Membaca Pemahaman Dengan Kemampuan Memahami Soal Cerita Matematika Sekolah Dasar . Eduma, 3(1), 52–62.

Supriyono. (2014). Optimalisasi Kemampuan Membaca Pemahaman Melalui Peningkatan Penguasaan Struktur Kalimat. Khazanah Pendidikan, VII(01), 1–17.

Wahyuni, S. (2009). Menumbuhkembangkan Minat Baca Menuju Masyarakat Literat. Diksi, 16(2), 179–189.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.